Sebab-Akibat

Image

Bermain sebab dan akibat merupakan aktivitas bermain yang hampir dipastikan dapat membangun kemampuan bayi dalam menyelesaikan masalah. Biasanya, permainan ini dapat Anda mulai ketika bayi Anda sudah memasuki usia tiga bulan. Dalam permainan ini, Anda akan membutuhkan seutas tali atau pita bertekstur lembut serta beberapa soft toys yang dapat di ikat atau digantung (idealnya, mainan yang digunakan berupa baby gym atau permainan yang tergantung di baby chair bayi Anda).

Caranya mudah, baringkan bayi Anda kemudian ikat tali atau pita pada kaki atau pergelangan kakinya. Pastikan ikatannya tidak terlalu ketat sehingga tidak menghambat peredaran darah. Ikatkan ujung satunya pada mainan yang telah disediakan—usahakan agar jarak diantara mainan dengan kakinya tidak terkalu jauh sehingga ketika bayi Anda menggerakkan kakinya, mainan yang terikat pun bisa ikut bergerak. Dengan permainan sederhana ini, bayi Anda akan dapat melatih kemampuannya mengenai hubungan sebab akibat. Permainan ini membutuhkan konsentrasi, sehingga bayi Anda mungkin tidak akan betah berlama-lama memainkannya.

Anda harus benar-benar memerhatikan bayi Anda selama menjalani permainan ini. Pastikan tali atau pita yang terikat pada kakinya tidak menyangkut pada benda apapun sehingga dapat menghalangi aktivitasnya. Karena itu, permainan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan pada saat bayi Anda sudah mulai merangkak.

Kemampuan yang akan dikembangkan:

Kognitif, penyelesaian masalah, dan daya ingat.

Disadur dari situs: http://www.gameswithbaby.com

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tummy Time

Untuk usia: 0-3 bulan

Tummy time, atau yang biasa kita sebut dengan tengkurap, merupakan salah satu aktivitas yang harus dilakukan oleh bayi untuk membantu perkembangan keahlian motorik dan kekuatan tubuhnya. Siapa sangka, aktivitas sederhana ini adalah awal dari kemampuan bayi Anda nantinya seperti duduk, berguling, dan bahkan merangkak. Bisa dibilang, tummy time merupakan hal terpenting yang dapat dilakukan untuk dapat membantu perkembangan kontrol bayi terhadap tubuhnya, terutama bagian kepala. Awalnya, sang bayi hanya dapat bertahan satu hingga dua menit berada dalam kedaan tengkurap—dia bahkan juga akan menolak keadaan ini karena sudah terbiasa tidur dalam kedaan telentang. Namun semakin sering kita melatih bayi kita pada posisi ini, dia akan semakin terbiasa dan kian mahir untuk mengontrol kepalanya.

Anda tidak perlu  meluangkan banyak waktu ataupun menggunakan peralatan khusus untuk aktivitas ini, Anda cukup meletakkan selimut atau handuk di atas kasur yang  agak keras atau di atas lantai yang berkarpet. Lalu letakkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dengan posisi kepala miring ke satu sisi. Agar sang bayi lebih semangat melakukan aktivitas ini, Anda juga dapat menemaninya dengan berbaring disisinya sembari menatap wajahnya.  Perlahan, bayi Anda akan memperoleh kekuatan untuk mengangkat kepalanya dan menoleh ke kiri juga ke kanan dalam jumlah yang sama. Seiring dengan bertambahnya waktu, coba tambah kuantitas waktu anak Anda berada dalam posisi tengkurap. Apabila kekuatannya sudah bertambah, bayi Anda akan dapat mengangkat kepalanya dan mengangkat badannya. Hal inilah yang akan menginisiasi aktivitas berguling dan merangkak pada bayi.

Di masa-masa awal bayi Anda mungkin akan kerap merasa tidak nyaman dengan posisi ini, namun kita dapat mengatasinya dengan melakukan beberapa hal, diantaranya memilih waktu yang tepat sehingga bayi dapat menikmati aktivitas ini. Sebagian besar bayi akan menikmati saat-saat tengkurap setelah tidur siang atau setelah popoknya diganti. Agar posisi ini bisa bervariasi, Anda juga dapat meletakkan bayi Anda secara tengkurap diatas gulungan handuk ataupun guling. Anda bisa melihat posisi mana yang paling disukai bayi Anda, tanpa atau menggunakan gulungan selimut ataupun guling.

Pastikan Anda mengawasi aktivitas ini, karena sebagian bayi mungkin akan memosisikan kepalanya ke arah depan sehingga dapat mengganggu pernapasannya. Ini sebabnya mengapa aktivitas ini tidak disarankan hingga bayi Anda dapat mengontrol lehernya.

Manfaat permainan:

  1. Belajar menggerakan tubuhnya
  2. Meningkatkan kemampuan motorik dan mengontrol tubuhnya
  3. Menajamkan koordinasi mata.

Disadur dari: www.gamaeswithbaby.com

Gambar: www.hidupgaya.com

Categories: Bayi (0-1 tahun), Indoor Games, Tips Bermain, Uncategorized | Leave a comment

Petak Umpet

Petak umpet dimainkan oleh banyak anak.

  • Cara bermain:

    Satu orang pemain yang kalah akan menutup matanya pada salah satu tempat yang dianggap sebagai benteng, sementara yang lain mencari tempat untuk bersembunyi. Setelah menghitung sampai jumlah tertentu, maka mulailah pemain yang menutup mata tersebut mencari tiap orang yang bersembunyi.

    Bila telah menemukan orang yang bersembunyi, pencari ini harus cepat-cepat berlari ke benteng sambil menyebut nama orang yang ketahuan persembunyiannya. Begitu juga dengan anak yang ketahuan, karena bila berhasil lebih dulu menyentuh benteng, maka pada tahap selanjutnya dia tidak akan jaga. Anak lain yang bersembunyi dapat pula menyentuh benteng agar tidak jaga pada tahap selanjutnya, asalkan tidak ketahuan dengan pencari.

    Setelah semua telah ketahuan persembunyiannya, maka pencari akan menutup matanya kembali pada benteng dan anak-anak lain membentuk barisan di belakangnya. Pencari akan menyebut salah satu nomor. Anak yang ada di urutan nomor yang disebut akan menjadi pihak yang kalah bila tadi dia tidak berhasil lebih dulu mencapai benteng. Sedangkan bila anak pada urutan yang disebut ternyata adalah anak yang berhasil mencapai benteng lebih dulu pada saat ketahuan tempat persembunyiannya, maka si pencari tetap dalam posisi kalah dan permainan dilanjutkan.

Foto: entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com
Categories: Balita (3-5 tahun), Outdoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Leave a comment

Bekel

Permainan bekel menggunakan bola berwarna-warni yang terbuat dari karet dan biji berbentuk khusus yang terbuat dari kuningan.

  • Cara bermain:

    Setelah menentukan giliran siapa yang mulai lebih dulu, permainan dimulai dengan melemparkan bola keatas dan menghamparkan biji. Setelah bola memantul sekali, bola harus diambil kembali.

    Kemudian, pemain harus mengambil satu per satu biji yang terhampar secara langsung. Setelah terambil semua, biji dihamparkan kembali dan diambil kali ini sekaligus dua buah biji. Begitu selanjutnya sampai sejumlah biji yang dimainkan. Setalah mengambil biji secara langsung selesai, maka kini pemain harus mengubah biji menjadi bentuk tertentu sebelum diambil. Urutan posisinya adalah pit (bentuk seperti kursi), ro (kebalikan posisi pit), cin (singkatan licin yaitu posisi miring tanpa ada bintik di permukaan biji) dan peng (singkatan bopeng yaitu posisi miring dengan ada bintik di permukaan biji). Biji yang dipergunakan umumnya berjumlah 6 sampai 10 biji.

    Pemain akan kehilangan gilirannya apabila bola memantul lebih dari sekali, tidak dapat menangkap bola, lupa mengubah salah satu biji menjadi posisi tertentu saat sudah mencapai tahap pit, ro, cin atau peng, atau menyentuh biji lain saat mengambil biji yang harus diambil. Pemenangnya adalah yang mencapai tahap paling tinggi.

Foto: ayamouri.blogspot.com
Categories: Indoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Tags: , , , , , | Leave a comment

Congklak

Permainan congklak menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar. Dimainkan oleh 2 orang. Satu lubang induk terletak pada ujung papan dan lubang induk lainnya terletak di ujung lainnya. Di antara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap barisnya berisi 7 lubang yang jumlahnya 14 lubang.

  • Cara bermain:

    Tiap lubang kecil diisi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau plastik. Kecuali lubang induk yang dibiarkan kosong. Setelah menentukan siapa yang akan mulai lebih dulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke tiap lubang lainnya searah jarum jam. Masing-masing lubang diisi dengan 1 biji. Bila biji terakhir jatuh di lubang yang ada biji-bijian lain maka biji yang ada di lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke lubang induk kita setiap melewatinya. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisi.

    Bila biji terakhir ternyata masuk dalam lubang induk kita, berarti kita bisa memilih lubang lainnya untuk memulai lagi, tetapi bila ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita. Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 7 lubang yang ada di baris kita, maka biji yang ada di seberang lubang tersebut beserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk dalam lubang induk kita.

    Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik kita, masing-masing dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisi.

Foto: rinalinda.wordpress.com
Categories: Indoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Tags: , | Leave a comment

Galah Asin atau Gobak Sodor

Permainan galah asin atau gobak sodor (kadang disebut galasin) ini biasa dilakukan di lapangan. Arena bermain merupakan kotak persegi panjang dan diberi garis di dalamnya.

  • Cara bermain:

    Anak-anak dibagi menjadi 2 tim. Setelah menentukan tim mana yang jaga, permainan dapat dimulai. Anggota tim jaga harus menjaga di masing-masing garis yang telah ditentukan dan boleh bergerak sepanjang garis tersebut untuk menyentuh anggota tim lawan. Tim yang tidak berjaga berdiri di garis yang paling depan dan berusaha menerobos garis-garis tersebut dan tidak boleh sampai tersentuh oleh tim yang jaga.

    Setelah berhasil menerobos garis paling akhir, mereka harus berusaha kembali ke tempat pertama mereka mulai. Bila berhasil, mereka akan mendapatkan satu nilai. Sedangkan bila ada anggota tim yang tersentuh berarti giliran berganti. Tim yang tersentuh akan bertugas untuk menjaga. Tim yang menang adalah yang mengumpulkan nilai paling banyak

Categories: Outdoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Tags: , , , | Leave a comment

Goncang Kaleng

Goncang Kaleng (atau guncang kaleng) adalah sejenis permainan dari Riau, Indonesia. Goncang Kaleng, sebagaimana namanya, memang menggunakan kaleng sebagai penentu permainan dimulai. Kaleng terlebih dulu diisi dengan beberapa butir batu kecil kemudian sisi kaleng yang terbuka ditutup kembali dengan cara dilipat atau dipenyekkan, sehingga kaleng akan berbunyi bilamana ia digoyang atau diguncang. Kaleng yang biasa digunakan adalah kaleng-kaleng yang berbahan logam dengan suara nyaring. Dulu kaleng bekas minuman ringan masih sering digunakan, namun karena kaleng minuman ringan sekarang banyak yang menggunakan bahan alumunium hingga tidak menghasilkan suara cukup nyaring, maka kini anak-anak lebih sering menggunakan kaleng bekas sardin atau kaleng susu seukuran 400 gram.

Alat dan bahan:

  • Kaleng bekas sardin/susu
  • Beberapa putir kerikil
  • Palu untuk membuat penyekkan  kaleng

Cara bermain:

Model permainannya sendiri hampir sama persis dengan Petak Umpet. Pemain yang kalah saat Hompimpa atau suit pertama dialah yang akan menjadi kucing atau pencari rekan-rekan lainnya yang bersembunyi disekitar lokasi permainan. Di awal permainan juga biasanya dipilih ketua tikus yang kemampuan lemparannya cukup jauh di antara rekan sepermainan, untuk melemparkan kaleng sejauh mungkin agar pasukan tikus berkesempatan bersembunyi. Kucing berkewajiban mengambil kaleng yang sudah dilempar dan kemudian meletakkannya pada daerah lingkaran pusat permainan yang biasa dibuat berbentuk lingkaran berdiameter lebih kurang satu depa. Kemudian barulah kucing diperkenankan mencari para tikus.

Sedikit perbedaan terdapat pada goncang kaleng ini ialah, setiap kucing menemukan satu tikus atau rekannya yang bersembunyi maka mereka (kucing dan tikus) berlarian merebut kaleng untuk kemudian diguncang tiga kali;

  • Bila kucing yang berhasil: ini adalah tanda kepada rekan-rekan tikus lainnya, bahwa seekor tikus telah tertangkap.
  • Dan apabila tikus yang berhasil: maka kaleng ini akan dilempar kembali oleh tikus berkaitan sejauh mungkin, untuk kemudian ia kembali sembunyi lebih aman.

Demikianlah permainan ini terus berulang, hingga mereka lelah. Tanda permainan selesai adalah mengguncang kaleng sebanyak tiga kali dan diulang hingga tujuh atau sepuluh kali dengan keras, agar rekan-rekan tikus yang sembunyi dapat mendengarnya dan kembali ke pusat permainan.

Manfaat permainan:

1. Mengembangkan keterampilan gerak dasar berlari dan reaksi

2. Mengembangkan keterampilan melempar bagi ketua tikus yang menyelamatkan anak buahnya dengan melemparkan kaleng keluar dari lingkaran.

3. Dapat melatih kepekaan terhadap bunyi yang dihasilkan oleh kaleng dan kerikil.

 

Sumber: http://grandmall10.wordpress.com

Categories: Outdoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Tags: , , , | Leave a comment

Gunungan

Permainan ini sudah lama sekali di mainkan oleh anak-anak usia sekolah dasar, baik putra maupun putri. Permainan ini sangat sederhana sekali. Tetapi dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar pada anak-anak. Permainan ini lebih banyak menekankan pada aktivitas melompat. Tujuan dari permainan ini adalah

  • Mengembangkan keterampilan gerak dasar melompat
  • Mengembangkan koordinasi antara tangan dan mata

Alat-alat dan bahan:

  • Tanah lapang yang berukuran kurang lebih 6 x 4 meter.
  • Pecahan genteng atau keramik
  • Sebatang lidi

Cara bermain:

  • Membuat gambar gunungan terlebih dahulu di atas tanah yang rata dan tidak ada kerikil atau yang dapat membuat kaki cidera.
  • Setelah membuat bentuk lapangannya, kemudian siapkan pecahan genteng atau keramik sejumlah anak yang akan bermain.
  • Sekitar 5 orang peserta, telah siap dengan tanda atau biasa disebut dengan gacuk (pecahan genteng atau keramik  tadi) di kotak nomor 1.
  • Peserta di undi untuk mendapatkan giliran kesempatan untuk bermain.
  • Peserta yang mendapatkan giliran pertama siap untuk melompat dengan satu kaki secara urut tiap kotak kecuali kotak nomor 4 dan 6 peserta meletakkan kedua kakinya baik kanan maupun kiri pada kedua kotak tersebut di nomor 4 dan 6. (kotak yang terdapat gacuk tidak boleh di lompati tetapi harus di lewati dengan melangkahinya) Peserta tidak boleh menginjak garis.
  • Setelah sampai di nomor 6, peserta berbalik dengan meloncat dan melompat kembali lagi pada posisi awal. Sebelum kembali ke posisi awal, peserta harus mengambil gacuknya terlebih dahulu.
  • Ketika peserta berhasil kembali ketempat semula, ia harus melanjutkan permainan lagi dengan melemparkan gacuknya ke kotak nomor berikutnya. Dan selanjutnya melakukan lompatan lagi sampai kembali hingga sampai ke nomor 6 yang di sebelah kiri.
  • Untuk kotak nomor 4 dan 6 peserta harus meletakkan gacuknya di mulai dari sebelah kanan. Apabila gacuknya terletak di sebelah kanan pada kotak nomor 4, peserta harus mengambilnya dari kotak nomor 4 di sebelah kiri, begitu pula sebaliknya.
  • Bila sampai pada nomor 7, peserta harus mengambil dengan berbalik arah/ mengambil dengan mata tertutup. Tangan atau badannya tidak boleh menyentuh garis.
  • Peserta yang berhasil sampai pada nomor 7, ketika kembali pada posisi semula harus melemparkan gacuknya di luar busur singkaran. Peserta melompat lagi dan hingga nomor 6 , nomor 7 tidak boleh di lompati. Ia harus meraih dengan menginjak gacuknya dengan satu kaki, apabila berhasil peserta harus melemparkan lagi ke posisi semula dan kembali lompat di mulai peserta menginjak gacuknya ke kotak nomor 6 sampai kotak nomor 1.
  • Sesampainya di kotak nomor 1, peserta harus menginjak gacunya  lagi dengan kedua kakinya. Apabila gagal, peserta harus mengulanginya dari nomor 6 ketika ia mendapatkan giliran kembali.

Manfaat permainan

  1. Mengembangkan keterampilan gerak dasar melompat dan meloncat yaitu dengan melompati tiap kotak dari nomor 1 hingga nomor 7.
  2. Mengembangkan koordinasi mata dan tangan, secara otomatis ketika peserta akan melemparkan gacuknya ia menggunakan insting yang kuat agar gacuknya tepat pada kotak yang di inginkan.
  3. Melatih otot tungkai, sehingga akan didapat kaki yang terkuat. Permainan ini baik sekali untuk melatih anak-anak dalam atletik lompat jauh, lompat jangkit bahkan lompat tinggi.
  4. Melatih kejujuran, apabila kakinya meyentuh garis maka peserta dinyatakan gugur dan menunggu giliran berikutnya.

 

Sumber: http://grandmall10.wordpress.com

Foto: kaskus

 

Categories: Outdoor Games, Prasekolah (5-7 tahun), Traditional Games | Tags: , , , | Leave a comment

[Brain Games, Bayi 3-6 Bulan] Ngobrol, Yuk!

Banyaknya kata yang didengar bayi dapat mempengaruhi perkembangan intelejensia dan keterampilan sosialnya. Ketika bayi Anda tahu bahwa Anda mendengarkannya, ia mengembangkan kemampuan berbahasa dan rasa percaya dirinya.

Instruksi:
• Mulailah dengan percakapan sederhana seperti “Selamat pagi, sayang.”
• Dan ketika bayi Anda memberikan respon, ikuti kata-kata/bunyi yang keluar dari mulut mungilnya. Berikan tanggapan erupa senyum dan anggukan kepala.
• Di sini, ia belajar, bahwa Anda mendengarkannya.
• Lanjutkan dengan percakapan lain dan perhatikan setiap respon yang diberikan.

Sumber: http://wrm-indonesia.org/index2.php?option=content&do_pdf=1&id=310

Foto: http://www.kidspot.co.nz/subsection+44+Baby-Center-Development.htm

Categories: Bayi (0-1 tahun), Indoor Games | Tags: , , , | Leave a comment

[Brain Games, Bayi 3-6 Bulan] Ayo Bangun, Sayang

Ketika Anda menarik tangannya untuk bangun dari posisi tidur, Anda menciptakan dan membangun rasa percaya (trust) antara Anda dan bayi Anda. Latihan ini juga dapat membantu menguatkan otot-ototnya.

Instruksi:
• Pegang jari jemari bayi Anda, kemudian tarik dengan lembut ke arah depan, sehingga kepalanya dan sebagian dari
tubuhnya ikut terangkat. Lalu turunkan.
• Ulangi dengan mengangkat kaki bayi Anda ke arah atas. Lalu turunkan.
• Akhiri dengan menggendong dan mengangkatnya ke atas.
• Arahkan sang bayi sehingga dapat menatap wajah Anda dan lakukan kontak mata serta katakan bahwa Anda mencintainya.

Sumber: http://wrm-indonesia.org/index2.php?option=content&do_pdf=1&id=310

Foto: http://www.visualphotos.com/image/2×3519651/father_playing_with_baby_daughter

Categories: Bayi (0-1 tahun), Indoor Games | Tags: , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.